STRATEGI PENGEMBANGAN SAINS - TEKNOLOGI DI DUNIA ISLAM MASA KINI DAN MENDATANG


Berbicara  mengenai strategi pengembangan saintek didalam islam memunculkan suatu paradigma baru. paradigma yang dimaksud adalah cara pandang seseorang dalam sains dan teknologi yang erat kaitannya dengan  islam sehingga paradigma tersebut menyatukan sains sebagai bagian dari agama, begitupun sebaliknya.

Sains yang telah berelasi dengan agama menjadikan sains bagian dari studi islam yang terbagi menjadi beberapa jenis diantaranya :
1. Ontologi,
2. Epistemologi, dan
3. Aksiologi


Pertama-tama kita bahas Ontologi, Apa sih Ontologi itu?
  • Menurut bahasa, ontologi berasal dari Bahasa Yunani, yaitu On/Ontos=ada, dan Logos=ilmu. Jadi, ontologi adalah ilmu tentang yang ada.
  • Menurut istilah, ontologi adalah ilmu yang membahas tentang hakikat yang ada, yang merupakan ultimate reality, baik yang berbentuk jasmani/konkret, maupun rohani/abstrak
Manfaat mempelajari Ontologi di antaranya sebagai berikut :
  1. Membantu untuk mengembangkan dan mengkritisi berbagai bangunan sistem pemikiran yang ada.
  2. Membantu memecahkan masalah pola relasi antar berbagai eksisten dan eksistensi.
  3. Bisa mengeksplorasi secara mendalam dan jauh pada berbagai ranah keilmuan maupun masalah, baik itu sains hingga etika
jadi dapat disimpulkan bahwa secara ontologis, untuk memahami Allah SWT, dapat dilakukan melalui ayat-ayat qauliyyah dan kauniyyah.

Apa itu ayah qauliyyah? ayat qauliyyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam Al-Qur’an. Ayat-ayat ini menyentuh berbagai aspek, termasuk tentang cara mengenal Allah.

Contohnya terdapat pada surat QS. At-Tin (95): 1-5
Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun, dan demi bukit Sinai, dan demi kota (Mekah) ini yang aman; sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka).

Sedangkan Ayat Kauniyah adalah ayat atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah. Ayat-ayat ini adalah dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan sebagainya yang ada di dalam alam ini. Oleh karena alam ini hanya mampu dilaksanakan oleh Allah dengan segala sistem dan peraturanNya yang unik, maka ia menjadi tanda kehebatan dan keagungan Penciptanya.

Contohnya terdapat pada surat QS. Nuh (41): 53
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?

Pembahasan yang kedua yakni mengenai Epistemologi Saintek. Epistemologi ialah teori pengetahuan yang membahas berbagai segi pengetahuan seperti kemungkinan, asal mula sifat alami, batas-batas, asumsi dan landasan, validitas dan realibilitas sampai soal kebenaran.
Pengembangan saintek didalam islam memunculkan pendekatan-pendekatan. diantaranya :
1. Bayani
2. Burhani
3. Irfani 

1. Kata bayani berasal dari bahasa Arab yaitu al-baya-ni yang secara harfiyah bermakna sesuatu yang jauh atau sesuatu yang terbuka. Namun secara termenologi, ulama berbeda pendapat dalam mendefinisikan al-baya-ni, ulama ilmu al-bala'gah misalnya, mendefinisikan al-bayan sebagai sebuah ilmu yang dapat mengetahui satu arti dengan melalui beberapa cara atau metode seperti tasybih (penyerupaan), majaz dan kinayah.
Namun dalam epistemologi Islam, bayani adalah metode pemikiran khas Arab yang menekankan pada otoritas teks (nas), secara langsung atau tidak langsung, dan di justifikasi oleh akal kebahasaan yang digali lewat inferensi (istidlal).
Para saintis dan teknokrat muslim, Bayani harus menjadikan teks Al-Qur'an dan As-Sunnah sebagai sumber inspirasi. Al-Qur'an dan As-Sunnah tidak boleh hanya dikaji secara literal karena konteks ayat /hadist tentang fenomena alam yang terdapat dalam al-qur'an dan al-hadist cenderung menggambarkan kondisi masyarakat arab.

2. Selanjutnya ialah Burhani, Burhani merupakan bahasa Arab yang secara harfiyah berarti mensucikan atau menjernihkan. Menurut ulama ushul, al-burhan adalah sesuatu yang memisahkan kebenaran dari kebatilan dan membedakan yang benar dari yang salah melalui penjelasan. 

Epistemologi burhani menekankan visinya pada potensi bawaan manusia secara naluriyah, inderawi, eksperimentasi, dan konseptualisasi (al-hiss, al tajribah wa muha>kamah 'aqliyah).
Jadi epistemologi burhani adalah epistemologi yang berpandangan bahwa sumber ilmu pengetahuan adalah akal. Akal menurut epistemologi ini mempunyai kemampuan untuk menemukan berbagai pengetahuan, bahkan dalam bidang agama sekalipun akal mampu untuk mengetahuinya, seperti masalah baik dan buruk (tansin dan tawbih). Epistemologi burhani ini dalam bidang keagamaan banyak dipakai oleh aliran berpaham rasionalis seperti Mu’tazilah dan ulama-ulama moderat.
Menurut saintis dan teknokrat muslim, pendekatan Burhani harus membiasakan diri melakukan perenungan,pengamatan,verifikasi,eksplorasi, dan eksperimen tentang fenomena alam di sekitarnya
dengan mengedepankan METODE ILMIAH.


3. Irfani, Irfani merupakan bahasa Arab yang terdiri dari huruf ع- ر-ف  memiliki dua makna asli, yaitu sesuatu yang berurutan yang sambung satu sama lain dan bermakna diam dan tenang. Namun secara harfiyah al-‘irfa>n adalah mengetahui sesuatu dengan berfikir dan mengkaji secara dalam. Dengan demikian al-‘irfa>n lebih khusus dari pada al-‘ilm.
Secara termenologi, irfani adalah pengungkapan atas pengetahuan yang diperoleh lewat penyinaran hakikat oleh Tuhan kepada hambanya (al-kasyf) setelah melalui riyad'ah.
Paradigma irfani terkait dengan sikap dan aspek esoterik saintis dalam menyikapi suatu fenomena alam
sains tidak boleh untuk dirinya sendiri
--> ada misi kekhalifahan manusia dibumi
--> kajian sains dan teknologi tidak akan membawa kepada kerusakan alam.


Pembahasan yang terakhir ialah Aksiologi Sains dan Teknologi. Pengertian Aksiologi itu sendiri adalah ilmu yang mempelajari hakikat dan manfaat yang sebenarnya dari pengetahuan, dan sebenarnya ilmu pengetahuan itu tidak ada yang sia-sia kalau kita bisa memanfaatkannya dan tentunya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan di jalan yang baik pula. Karena akhir-akhir ini banyak sekali yang mempunyai ilmu pengetahuan yang lebih itu dimanfaatkan di jalan yang tidak benar.
Jadi sains harus dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dan mencerminkan Islam sebagai rahmat bagi alam semesta (rahmatan lil 'aalamiin).

0 komentar:

Posting Komentar

 
  • I.S.I.C. SUKA-KU © 2012 | Designed by Fandy Zelbestzer Aegelweard, in collaboration with Web Hosting , Blogger Templates and WP Themes